Mahasiswa UMM Temukan Bolpoin Pintar, Fungsinya Merekam Data Medis Pasien

Avirista Midaada
.
Selasa, 27 September 2022 | 11:28 WIB
Mahasiswa UMM saat mempraktikkan cara kerja bolpoin pintar. (Foto: MPI/Avirista Midaada).

MALANG, iNewsPasuruan.id - Jam tangan pintar sudah ditemukan. Produk-produk smartwatch juga sudah berseliweran hampir sama dengan smartphone. Inovasi terus berkembang seiring berkembangnya teknologi. Kini ada smart pen medical record. Yang menemukan bukan insinyur barat tapi mahasiswa Universitas Muhamadiyah Malang (UMM).

Mereka berinovasi dan sukses menciptakan bolpoin pintar berbasis internet. Bolpoin pintar ini bisa mempercepat perekaman data medis para pasien yang masuk ke rumah sakit saat penanganan kedaruratan. Cara kerjanya sederhana layaknya bolpoin pada umumnya. Alat yang diberi nama Smart Pen Medical Record ini merekam data riwayat medis pasien tanpa perlu harus mencari di sistem komputerisasi. Pasien cukup meletakkan jarinya ke sebuah alat sensor yang akan merekam sidik jari tersebut.

Sidik jari inilah yang nantinya akan memperlihatkan data medis pasien, termasuk riwayat penyakit yang pernah dideritanya jika dibutuhkan dengan cepat dan tepat. Smartpen kreasi lima mahasiswa UMM yakni Anwar Syaddad dari Fakultas Teknik, Nadhiva Nur Allyza dan Muhammad Akbarrul dari Fakultas Kedokteran, Janu Dea Siska dari Manajemen, dan Dinda Putri Savira dari Fakultas Ilmu Kesehatan, ini pun berhasil lolos pembiayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM KC). Beberapa komponen di dalamnya membuat alat inovasi ini masih tampak besar dan belum seukuran bolpoin pada umumnya. Terlebih bentuknya yang segitiga dengan panjang 

 Anwar Syaddad ketua tim menuturkan, tercetusnya ide ini berawal dari keluhan pamannya yang menderita sakit dan harus menjalani pengobatan di rumah sakit. Celakanya saat di rumah sakit itulah, sang pamannya memerlukan waktu karena tim medis masih harus mencari riwayat medis sang pasien di dokumen-dokumen maupun sistem yang ada. "Berawal dari keresahan paman itulah alat ini tercipta. Dimana penelitiannya sejak Juni 2022 lalu, akhirnya kami berhasil menciptakan alat smart pen medical ini," ucap Anwar, Selasa (27/9/2022).

Pemilihan bolpoin atau smartpen sendiri dikatakan Anwar karena dokter dan tenaga kesehatan identik dengan peralatan bolpoin untuk pencatatannya. Dari sanalah ide itu menciptakan alat berbentuk bolpoin dengan ukuran agar besar dan berbentuk segitiga tercipta. "(Kenapa bolpoin) karena identik dengan kedokteran, dokter juga sering membawa pulpen yang menjadi identitas kesehatan. Dengan smart pen ini yang kami buat seringkas mungkin atau sekecil mungkin itu dapat memudahkan tenaga medis," ujarnya.

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini